Langsung ke konten utama

Pelangi Kau Pergi

By Anisa Nur Rezky
Rabu, 15 Juni 2016
Intro: Em  C  Em  C

Em       C          Em
Beralih dari hati ke hati
C          Em       D
Kala aku mencari menanti
Em                               C
Pelangi yang tak kan pernah kembali

Em       C          Em
Semusim lama ku lalui
C          Em                   D
Tak kunjung ku temui pengganti
Em                               C
Pelangi yang lama telah pergi

Reff:
Em                               C
Pelangi kau pergi kau tinggalkan
G                                 D
Kau hilangkan segala harapan
Em                   C                      G         D
Kau biarkan kau musnahkan diriku ohhhhh

Em C G D 2X
Back to Reff


Em                   C
Kau lupakan kau hempaskan
G                                 D
Kau hilangkan segala harapan
Em                   C                      G         D
Kau biarkan aku kau musnahkan diriku ohhhhh

Em                               C
Pelangi kau pergi kau tinggalkan
G                                 D

Kau hilangkan segala harapan


*****

Kebiasaan aku nulis lagu masih belum hilang. Waktu liburan kemarin aku coba bikin lagu baru lagi judulnya "Pelangi Kau Pergi". Tapi bentuk audio dari lagu ini sama sekali belum aku publish di mana pun. Beda sama lagu sebelumnya yang judulnya "Tak kan Sama Lagi" yang udah aku share di soundcloud aku. Jujur aja mungkin lagu yang aku bikin itu gak bagus-bagus banget, tapi gatau kenapa aku suka aja bikin lagu hehehe. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...

Berhasil

Aku paham benar, jika kamu begitu sering dikecewakan. Aku tahu pasti, bahwa kamu begitu banyak mencari. Hingga aku adalah yang kesekian. Awalnya bukan prioritas. Coba-coba berhadiah, seperti itu aku mendeskripsikannya. Seperti biasa, empati ku selalu mengalahkan logika ku. Sehingga yang ku lakukan hanyalah menerima. Jujur saja aku tidak bisa menolak secara langsung. Aku tidak suka menyakiti. Hingga aku memutuskan untuk memberikan sedikit kesempatan.  Ada hal-hal unik yang aku temukan pada dirimu. Kamu begitu gampang menceritakan duniamu kepada orang yang baru saja kamu temui. Aku berfikir itu adalah suatu taktik untuk mendekatiku, sudah basi. Kamu bukan satu-satunya orang yang pernah berbuat demikian. Hingga suatu masa, yang kamu lakukan membuat ku berdecak dan bergumam dalam hati. "Dasar manusia aneh!", seperti itu aku menghardik dirimu dalam hati kecilku. Kamu aneh dan sedikit gila. Dari sekian banyak yang pernah melakukan pendekatan, kamu adalah yang pertama berterus te...

Benar

Semuanya menjadi lebih berarti ketika telah pergi. Ya itu sangat benar sekali. Aku merasa membutuhkannya ketika ia sudah tidak ada lagi. Seperti biasanya, aku selalu menjalankan kemauan orang lain, bukan kemauanku sendiri. Seperti itulah aku terlahir. Mengikuti kemauannya untuk membahagiakannya. Sejujurnya aku sudah sangat bosan dan sangat muak dengan kondisi seperti ini. Tetapi aku masih saja selalu menuruti apa yang orang lain inginkan, bukan apa yang aku inginkan.