Langsung ke konten utama

Choir Choir

Malam ini aku baru pulang dari latihan choir. Hahahaha rasanya sudah lama banget nggak ketemu teman-teman choir. Aku senang sih ketemu mereka, aku juga senang akhirnya aku bisa latihan choir lagi. Walaupun aku nggak ikutan konser eksternal dan lomba di Bangkok, seenggaknya aku masih bisa ikutan nampil buat wisuda. Mungkin memang suara aku yang kurang bagus, makanya aku nggak keterima waktu audisi konser eksternal kemarin. Tapi yaudahlah, selagi masih ada kesempatan mengisi event-event kayak wisuda dll, sepertinya aku masih punya kesempatan buat latihan vokal secara gratis hahaha. Jujur aja sejak aku masuk ukm choir, aku banyak belajar teknik menyanyi gitu. Ya walaupun aku juga suka belajar otodidak sendiri gitu sih. Lupakan deh tentang itu.

Aku nggak tau lagi deh kenapa aku suka banget menyanyi. Rasanya aku nggak bisa kalau satu hari aja nggak nyanyi. Dan anehnya lagi, sekarang aku udah nggak tau malu gitu. Padahal dulu aku nggak pernah percaya diri buat nyanyi di depan umum. Tapi sekarang aku ngerasa kayak bodo amat gitu wkkwk. Rencananya tahun ini aku mau ikutan the voice atau x factor, yaa ajang-ajang begitu deh. Doakan aja ya wkwkwkwk. Tapi cuma buat iseng doang sih. Nggak berharap lebih. Soalnya audisi buat konser eksternal choir aja aku nggak lolos apalagi yang kayak begitu. Udah lama sih aku nggak nulis random kayak begini, tiba-tiba pengen aja.






Bandung, 28 Juli 2016
21:41 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...

Saya Malu, Hidup Saya

Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh.  Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...

Benar

Semuanya menjadi lebih berarti ketika telah pergi. Ya itu sangat benar sekali. Aku merasa membutuhkannya ketika ia sudah tidak ada lagi. Seperti biasanya, aku selalu menjalankan kemauan orang lain, bukan kemauanku sendiri. Seperti itulah aku terlahir. Mengikuti kemauannya untuk membahagiakannya. Sejujurnya aku sudah sangat bosan dan sangat muak dengan kondisi seperti ini. Tetapi aku masih saja selalu menuruti apa yang orang lain inginkan, bukan apa yang aku inginkan.