Langsung ke konten utama

Tidak Akan Lama Lagi

Sisa empat bulan lagi aku menduduki bangku sekolah. Entah harus sedih atau senang, saat ini aku hanya ingin menjalani sisa akhir masa SMA ku dengan bahagia dan menyenangkan. Walaupun sedikit penat dengan tugas yang diberikan guru-guru namun aku yakin suatu saat nanti aku akan merindukan masa masa seperti ini. Bercanda tawa dengan temen-teman, contek-mencontek, dihukum guru, terlambat pergi sekolah, bolos, makan bareng, jalan bareng, dan masih banyak lagi momen indah di masa-masa SMA yang tidak akan pernah bisa aku jelaskan satu persatu. 

Aku teringat suatu masa dimana, aku dan teman sekelas ku nongkrong bareng di kedai susu. Haha bukan kedai kopi tapi ini kedai susu. Aku dan teman-teman yang lainnya pergi kekedai itu setelah pulang dari merayakan acara pesta ulang tahun salah satu teman kami. Saat aku bersama dengan mereka, aku bisa merasakan bahwa waktu berjalan dengan cepat sekali. Saat bersama dengan mereka waktu seolah enggan berkompromi. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malum namun kami belum bergegas pulang. Selalu ada perbincangan demi perbincangan yang diobrolkan. Tidak ada rasa bosan, seolah obrolan ini begitu berarti. Dan hal seperti inilah yang suatu saat akan sangat kurindukan setelah lulus SMA nanti. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...

Saya Malu, Hidup Saya

Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh.  Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...

Benar

Semuanya menjadi lebih berarti ketika telah pergi. Ya itu sangat benar sekali. Aku merasa membutuhkannya ketika ia sudah tidak ada lagi. Seperti biasanya, aku selalu menjalankan kemauan orang lain, bukan kemauanku sendiri. Seperti itulah aku terlahir. Mengikuti kemauannya untuk membahagiakannya. Sejujurnya aku sudah sangat bosan dan sangat muak dengan kondisi seperti ini. Tetapi aku masih saja selalu menuruti apa yang orang lain inginkan, bukan apa yang aku inginkan.