Langsung ke konten utama

Postingan

Rasanya Lucu

Rasanya lucu ketika ada orang yang awalnya begitu peduli terhadapmu lantas kemudian hari menjauh begitu saja. Sementara kau merasa tidak sedang melakukan kesalahan apapun. Rasanya lucu ketika kau justru merasa sakit hati ketika diacuhkan oleh nya. Rasanya lucu ketika kau menjadi sedih karena sikapnya. Rasanya lucu ketika kau merasa tidak terjadi masalah apapun. Rasanya lucu. Benar-benar lucu. "Apa salahku?" Kau coba bertanya dalam hati. Selalu begitu, mengapa kau tidak tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Jawabannya simple, karena gengsi. Yasudah, itu konsekuensi. Jangan kau sesali, itu pilihan. Tetapi apa harus kau bertanya seperti itu kepada orang yang jelas-jelas menatap mu saja sudah enggan. Padahal kemarin kau sempat berpikir bahwa ia bisa menjadi salah satu teman terbaikmu. Rupanya kau salah tafsir. Maaf kau kurang beruntung kawan.  Kehilangan, lagi-lagi kehilangan. Sudah ku bilang jangan banyak berharap pada orang lain. Karena suatu waktu dengan caranya...

Kau

Aku tidak pernah tahu apa yang kau pikirkan tentang ku. Seringkali aku meragukan perkataan sekitar perihalmu. Aku tidak pernah meminta kau menyukaiku. Begitupun aku yang tidak pernah berharap akan menyukaimu. Hidup ini sederhana kawan, aku hanya ingin bahagia tanpa disakiti. Untuk itu jangan bermain-main pada ku. Karena aku sendiri sudah begitu muak dengan teka-teki tidak masuk akal yang saat ini malah justru ku pikirkan. Jika memang tebakan ku benar, kau akan begitu lega dan puas jika mengetahui fakta ini. Fakta bahwa saat ini aku sudah mulai mencari-cari dan mengakui keberadaan mu. Kini kau sudah menjadi yang pertama, aneh bukan? Aku tidak pernah berharap. Tidak akan pernah berharap. Tetapi ini lah aku, manusia sombong yang justru malah mulai jatuh. Meskipun tidak pernah ku inginkan. Aku hanya terlambat menyadari bahwa sejak lama sebenarnya aku telah memilikinya terhadapmu. Sakit, kau tahu?   Ini sakit sekali, ketika otak dan hati tidak sinkron, hati paham benar sejak l...

Jangan

Jangan menangis, seberat apapun beban dan cobaan yang harus dilalui. Jangan menangis sedalam apapun rasa sakit yang harus ditanggung. Kecewa itu pasti tapi memaafkan dan mengikhlaskan adalah bentuk pilihan hidup. Maka coba ikhlas dan memaafkan akan jauh membahagiakan. Berat, ya itu sudah pasti. Mungkin berat saat ini, tetapi di waktu mendatang akan terlihat jauh lebih mudah jika kau memiliki kebesaran hati untuk menerima apapun bentuk cobaan dan ujian yang hadir. Maafkan saja, tetapi untuk memberikan kesempatan kedua mungkin tidak begitu perlu. Ikuti saja intuisi mu.

PDKT, Pacaran? Hubungan Tidak Jelas

Konfirmasi atas foto yang aku unggah di instastory ku, dua hari yang lalu. Itu foto ku dengan salah satu teman baik ku. Kami benar-benar hanya berteman. Kebetulan dekat karena ia merupakan partner kerja di organisasi yang ku tekuni kurang lebih hampir dua tahun. Memang lebih dari teman biasa karena aku pribadi sudah menganggap ia seperti keluarga sendiri. Aku selalu bersyukur karena seringkali berada di lingkup pertemanan yang sehat, memiliki banyak teman yang bisa memotivasi diriku agar senantiasa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.  Mengapa aku memilih untuk membuat konfirmasi seperti ini? Karena banyak yang sedikit salah paham. Banyak yang mengira bahwa itu adalah foto ku dengan gebetan baru ku, hahahahha ada juga yang berpikir kami dalam keadaan sedang pedekate . Sekali lagi aku tegaskan, bahwa kami hanya teman. Meskipun ada saja yang menyeletuk "Semuanya juga berawal dari teman kok" tiap kali aku bilang bahwa, kami hanya berteman. HAHAHAHA. Tidak hanya dis...

Debat Satu Paragraf

Ada yang lelah dengan perdebatan, mungkin memilih diam. Pikirnya diam solusi terbaik. Lantas yang berkata masih saja merangkai satu dua kalimat yang diutarakan dengan intonasi tinggi. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin perdebatan seringkali berakhir demikian. Berakhir ketika salah satu atau keduanya mulai meredam ego masing-masing. Lagi pula dengan debat berkepanjangan apa serunya? Bukankah lebih asyik jika kau mengalah ditengah-tengah perdebatan. Karena tidak semua yang kau debatkan mutlak benar. Apa memang dari sekian banyak argumentasi yang terlontar, semuanya bisa mutlak benar? Benar atau salah dari sebuah argumentasi hanyalah perspektif. Sudahlah mungkin hanya aku yang berpikir demikian. 

Cerita Satu Dekade yang Lalu #6

Tempat ini terlihat sangat asing bagiku, bagaimana mungkin selama tiga puluh hari aku harus memijak papan bukan tanah. Dan aku harus terbiasa hidup diatas papan yang di bawahnya air mengalir seperti sedang berada diatas sungai. Kau tahu? Aku rindu berlari-lari diatas tanah, rasanya aku ingin cepat pulang. "Perkampungan macam apa ini?" batinku dalam hati. Bagaimana mungkin di zaman yang serba modern, pasokan listrik di daerah ini masih saja kurang. Sehingga listrik hanya menyala setengah hari, yaitu dari pukul enam sore sampai pukul enam pagi. Dan lagi aku mengeluhkan perkampungan diatas air yang dengan jelas berada di tengah-tengah hutan Kalimantan tepat di hulu sungai Mahakam. Dimana ketika aku membuka pintu  belakang rumah, dengan jelas  bisa melihat Bekantan, monyet, bergantung di pohon-pohon.  "Jangan lupa tutup pintu!". Begitulah tante ku selalu mengingatkan, karena nanti bisa saja mereka hewan-hewan yang sedang bergantung itu memasuki rumah. Baiklah, aku me...

Perjalanan Bukan Kemewahan #5

Aku selalu memandang perjalanan bukanlah tentang kemewahan. Bagi ku perjalanan adalah niat dari hati untuk menjelajah dan mengunjungi lebih banyak tempat dengan mengambil manfaat  berupa pengalaman dan pengembangan diri sebanyak-banyaknya. Meskipun tidak begitu banyak tempat yang ku kunjungi, rasanya dari segelintir perjalanan tersebut jauh dari kata mewah. Bagaimana caranya bisa mengunjungi banyak tempat dengan hemat tetapi bermanfaat, begitulah orang tua ku mengajarkan arti perjalanan pada ku. Aku lahir di kota Malang, hanya menumpang lahir. Selebihnya aku dibesarkan di Kalimantan tepatnya di kota Balikpapan. Aku tinggal di kota Balikpapan bersama nenekku dan keluarga ku yang lainnya, seperti om, tante, sepupu, dll. Bisa dibilang meskipun jauh dari orang tua kandung ku, aku tidak pernah kekurangan kasih sayang sedikit pun. Sementara kedua orang tua ku dan kedua adikku berada di Jakarta. Dengan melihat latar belakang hidup yang seperti ini, aku justru merasa sangat beruntung. ...