Langsung ke konten utama

SEMESTA

Seperti biasanya aku masih belum bisa tertidur, sedangkan malam sudah semakin larut. Akhirnya aku memutuskan untuk mendengarkan lagu  Maliq & D' Essentials yang berjudul Semesta. "Gugur satu tumbuhlah berjuta cinta huuu...." Kupikir, aku akan segera tertidur ketika mendengarkan lagu Semesta nyatanya mataku semakin terbuka lebar. Well, mungkin dengan melihat timeline instagram bisa sedikit membuatku mengantuk. 

Satu, dua, tiga kali scroll down.. 
"OMG! Ini cewek siapa sih?" Batinku dalam hati. Mataku masih menatap lekat satu postingan yang sampai detik ini membuatku bertanya-tanya. "Kenapa sih sama dia?, udah sama aku aja :(" Kali ini aku benar-benar berbicara seorang diri. Kepalaku semakin pusing saja, huffftttt. Mungkin hanya teman, hanya teman, dan hanya teman. Semoga hanya teman. Hanya teman. Iya semoga. 

Aku berspekulasi jika mereka pergi berlibur ke suatu pulau hanya berdua saja. Apa mungkin? Apa benar? Bukan urusanku, aku mah apa. Mungkin sudah saatnya aku tidur, doaku malam ini, semoga esok hari senyummu bisa menjadi senyumku. Semestamu menjadi semestaku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...

Saya Malu, Hidup Saya

Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh.  Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...

Benar

Semuanya menjadi lebih berarti ketika telah pergi. Ya itu sangat benar sekali. Aku merasa membutuhkannya ketika ia sudah tidak ada lagi. Seperti biasanya, aku selalu menjalankan kemauan orang lain, bukan kemauanku sendiri. Seperti itulah aku terlahir. Mengikuti kemauannya untuk membahagiakannya. Sejujurnya aku sudah sangat bosan dan sangat muak dengan kondisi seperti ini. Tetapi aku masih saja selalu menuruti apa yang orang lain inginkan, bukan apa yang aku inginkan.