Langsung ke konten utama

Delapan Belas Juni

Marhaban Ya Ramadhan! 

Satu Ramadhan, delapan belas Juni dua ribu lima belas usia ku genap delapan belas tahun. Semoga dengan bertambahnya usia ini, aku bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi kedepannya. Bertambah rajin ibadahnya, sehat selalu, dan dimudahkan rejeki nya. Aamiin. Haha mendoakan diri ku sendiri bukan sesuatu hal yang salah bukan? 

Aku ingin berterima kasih kepada semua keluarga, kerabat , dan teman-teman yang masih mengingat dan sempat memberikan ucapan hari ulang tahun pada ku. Sebenarnya aku tidak begitu menginginkan segala bentuk ucapan "Selamat" karena pada dasarnya saat aku berulang tahun, justru aku merasa bersedih karena harus menerima kenyataan jika waktu ku untuk hidup di dunia ini berkurang satu tahun. Namun di sisi lain mereka memberikan banyak doa yang menurut ku itu adalah hal yang lebih penting dari sekedar memberi kue, kado, atau surprise yang hanya bisa dinikmati sekejap saja. Bagi ku doa yang ikhlas jauh lebih bermakna dan bermanfaat dalam hidup ku. 

Aku merasa sangat bersyukur karena di usia ku yang ke delapan belas tahun ini, aku masih diberi izin oleh yang maha kuasa untuk bernafas dan menjalani hari-hari yang indah ini. Aku bersyukur dapat hidup dengan sehat walafiat. Aku bersyukur memiliki orang-orang di sekeliling ku yang sangat menyayangi dan mencintai ku yang tidak mungkin dapat aku sebutkan satu persatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cepat Banget

Hari ini tanggal 2 September 2014, aku iseng pergi ke warnet dekat rumah. Entah ada gerangan apa, mungkin karena niat awal ku yang ingin mengerjakan tugas sekolah. Namun, justru niat awal ku tidak terlaksana dengan baik. Kedengarannya mungkin aneh, untuk apa pergi ke warnet jika di rumah saja sudah ada laptop koneksi internet/wifi. Ya jujur aku datang ke warnet karena bosan ada di rumah. Lupakan masalah warnet! Mengapa waktu berjalan sangat cepat sekali? Rasanya baru kemarin aku mendaftar SMA, sekarang sudah harus pergi meninggalkan masa putih abu-abu ini. Sungguh menyebalkan! Aku ingat ingat kembali rasanya baru kemarin aku diangkat menjadi Ketua Angklung, dan sekarang harus mengurangi kegiatan ekstrakulikuler karena harus fokus terhadap Ujian Akhir. Jujur aku sudah terlanjur cinta dengan Angklung!! Alat musik ini sangat menghipnotis ku! Damn I Love Angklung!!!!!!!!!!!!!!!!!

Pertemuan dan perpisahan

Aku takut terbang dan aku takut jatuh. Aku takut dengan segala hal yang hanya bersifat sementara. Aku takut kehilangan. Aku takut sendirian lagi. Aku takut ditinggal seorang diri saat aku sedang membutuhkan kehadirannya. Aku benci dengan segala hal perpisahan. Aku benci dengan keegoisan seseorang yang hanya bisa datang dan pergi sesuka hati nya saja, mengusik hidup orang lain lalu berlalu semau egonya. Tapi aku bisa apa? Aku hanya bisa pasrah, pasrah, pasrah. Aku berharap ini selamanya. Tapi tuhan punya takdir dan jalannya. Aku hanya tidak ingin menyalahi takdir. Pertemuan dan perpisahan seperti sebuah garis lurus yang sudah tidak bisa di bengkokan lagi. Walaupun di setiap perpisahan akan ada pertemuan baru lagi. Tidak semudah itu aku bisa menerima nya, kehilangan begitu pahit buatku di kehidupanku. Aku hanya ingin ini selamanya walaupun tidak mungkin.

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...