Tidak ada lagi kesempatan, jika pun ada bisa saja kesempatan itu mendekati tiada. Menjadi bukan siapa-siapa dalam kehidupan mu sudah cukup menyakitkan. Berharap menjadi subjek dalam untaian puisi yang kau tulis hanya sebuah angan yang muluk - muluk. Terimakasih untuk hari kemarin, hari dimana tertawa bersama mu bukanlah hal yang asing. Hari dimana, aku dan kamu masih menjadi kita.
Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh. Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...
Komentar
Posting Komentar