Langsung ke konten utama

Bintang dan Bulan

Aku rasa hidup mu menarik, tidak seperti hidupku yang datar datar saja. Kau tahu? Aku muak dengan hari-hari menjenuhkan ini. Kuliah, latihan choir, mengerjakan tugas. Ya hanya sebatas itu saja rutinitas ku.

Sementara kau tersenyum menatap dunia, aku tersenyum menatapmu tersenyum.

Hai bintang yang bimbang memilah peredaran. Tersesat dalam galaksi semesta.

Izinkan bulan mengemis sedikit sinar harapan. Ada padamu dan kau tak kunjung tahu.

Aku minta sedikit sinar, tolong jangan berpendar. Terlalu indah ku pandang. Terlalu manis kurasa.

Sebatas tabuhan biasa saja membuatku mengelu-elukanmu. Sekedar potongan cerita singkat tetap ku tunggu.

Apa salah jika aku berharap kau enyah. Sebisa mungkin ku lelah melihat pesona itu.

Tolol, aku selalu membaca cerita mu. Tidak istimewa tapi membuat tertawa.

Jangan pikirkan itu lagi. Aku paham kau pasti bisa.

Sayang, kau menunggu sosok yang tak layak kau tunggu. Jangan bagi padanya.

Tidak bisakah kau melirik sedikit saja ke arah ku. Kompas milikmu rusak atau aku berada di mata angin yang lain.

Ya sudah. Aku menyerah. Pergilah.

Bandung, 21 Maret 2016
12:58 AM




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Serbaguna

Aku punya mainan baru. Hehehe. Tadaaaaa!! Teropong. Terus terang aku nggak sama sekali mengerti tentang kualifikasi teropong ini kayak gimana . So, aku nggak bisa mendeskripsikan teropong ini dengan detail. Yang aku tahu, ya ini alat namanya teropong haha. Aku nggak sengaja menemukan teropong ini di gudang. Dan kalian harus tahu, mengamati sesuatu dengan menggunakan teropong itu merupakan hal yang sangat mengasyikan. Sejak beberapa hari yang lalu, itu jadi hobby baru aku. Aku tahu sebenarnya yang aku lakukan itu sedikit nggak sopan. Tapi mau gimana lagi, seru banget sih. Ya, tuhan maafkan ketidaksopanan ku dalam menguntit kegiatan orang lain. Sejujurnya aku sama sekali tidak bermaksud melanggar privasi orang lain. Toh yang aku lakukan hanya mengamati gerak-geriknya saja. Aku tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma seperti mengintip orang mandi. hahahaha. Sama sekali tidak! Saat aku masih di rumah  yang di Tangsel, obyek yang bisa aku amati dengan menggunakan teropong ini ...

Saya Malu, Hidup Saya

Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh.  Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...

Benar

Semuanya menjadi lebih berarti ketika telah pergi. Ya itu sangat benar sekali. Aku merasa membutuhkannya ketika ia sudah tidak ada lagi. Seperti biasanya, aku selalu menjalankan kemauan orang lain, bukan kemauanku sendiri. Seperti itulah aku terlahir. Mengikuti kemauannya untuk membahagiakannya. Sejujurnya aku sudah sangat bosan dan sangat muak dengan kondisi seperti ini. Tetapi aku masih saja selalu menuruti apa yang orang lain inginkan, bukan apa yang aku inginkan.