Aku Anisa. Aku punya kisah hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang. Terkadang aku ingin menertawakan dunia. Mengapa dunia bisa sekejam ini menghakimi bocah mungil yang sejatinya sangat membutuhkan tameng pelindung. Sudah sejak lama aku ingin berteriak memaki dunia. Aku tidak merasa ada keadilan. Berulang kali aku hanya mampu bertanya dalam hati. "Mengapa hanya aku?". Pertanyaan yang tertahan hingga akhirnya hanya membatu dalam hati. Pertanyaan yang semakin meruncing seolah menohok ulu hati, Aku bosan seperti ini. Aku bukan anak kecil yang membutuhkan hanya sekedar perlindungan. Aku pernah ingin mati, aku pernah sangat marah. Aku pernah melewati masa-masa itu. Aku pernah sangat iri melihat tawa bahagia anak kecil seusiaku tertawa terbahak-bahak. Mengapa hanya aku?
Perasaan saya sama sekali tidak baik-baik saja pada malam hari ini. Terkadang saya malu akan kelemahan saya dalam mengontrol emosi dan perasaan. Saya terlalu mudah mengeluh. Saya sangat malu kali ini. Saya malu mengeluhkan permasalahan yang menurut saya adalah permasalahan terbesar yang pernah ada di kehidupan saya, tetapi mungkin menurut orang lain ini hanyalah permasalahan yang sangat biasa saja. Entah berapa cangkir kopi pahit yang telah habis saya tegak malam ini. Menurut saya masalah ini lebih pahit dari beberapa cangkir kopi pahit tadi. Saya malu mengeluh, namun saya bisa apalagi selain mengeluhkan permasalahan ini di blogger saya. Menangis saja saya sudah tidak mampu lagi. Perut saya sakit, tetapi saya sudah tidak memerdulikannya. Saya tahu, saya bodoh. Saya seperti menyiksa diri sendiri. Tidak makan dan meminum kopi tanpa kendali. Biarkan saya seperti ini. Saya lelah, saya hanya ingin melupakan permasalahan orang dewasa yang terkadang begitu menyakitkan melebihi nyeri...
Komentar
Posting Komentar